Active Directory Domain Services adalah layanan direktori
berbasis jaringan yang menyimpan dan mengelola informasi mengenai objek dalam
lingkungan domain Windows. Objek tersebut dapat berupa pengguna, komputer, grup
keamanan, printer, dan sumber daya lain yang terdaftar dalam direktori.
AD DS menggunakan struktur hierarkis untuk mengorganisasikan
objek sehingga administrator dapat mengelola identitas dan hak akses
berdasarkan kebutuhan organisasi.
Sebagai contoh, perusahaan dengan 200 karyawan tidak harus
membuat akun lokal secara terpisah pada setiap komputer. Dengan AD DS,
administrator dapat membuat akun pengguna pada domain, kemudian memberikan
akses sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing karyawan.
AD DS juga terintegrasi dengan berbagai mekanisme keamanan
Windows, termasuk autentikasi Kerberos, DNS, kebijakan grup, serta replikasi
data direktori antar-domain controller.
Fungsi Utama AD DS :
Perbedaan AD DS dengan Akun Lokal :
Gambaran Arsitektur :
Ketika pengguna masuk menggunakan akun domain, komputer
menemukan layanan domain melalui DNS dan menjalankan proses autentikasi.
Setelah identitas berhasil diverifikasi, pengguna memperoleh informasi keamanan
yang diperlukan untuk mengakses sumber daya sesuai izin yang berlaku.
Komponen
Utama AD DS :
a. Domain
Domain merupakan unit administrasi dan keamanan yang
mengelompokkan objek direktori. Contoh nama domain internal adalah
ad.perusahaan.test.
b. Domain Controller (DC)
Domain controller merupakan server yang menjalankan AD DS dan
menyimpan replika basis data direktori domain. Server ini menyediakan layanan
autentikasi dan direktori bagi perangkat yang menggunakannya.
c. Forest
Forest merupakan batas utama struktur direktori yang mencakup
satu atau lebih domain yang terintegrasi. Domain dalam satu forest berbagi
skema direktori dan konfigurasi forest.
d. Tree
Tree adalah kumpulan domain yang membentuk hierarki ruang
nama DNS yang saling berhubungan. Contohnya adalah domain induk
ad.perusahaan.test dan domain anak cabang.ad.perusahaan.test.
e. Organizational Unit (OU)
OU merupakan wadah logis untuk mengelompokkan objek direktori
berdasarkan departemen, lokasi, atau fungsi. OU dapat digunakan sebagai sasaran
penerapan Group Policy dan pendelegasian administrasi.
f. Global Catalog (GC)
Global Catalog menyimpan replika lengkap objek dari domainnya
sendiri serta informasi parsial objek dari domain lain dalam forest. Layanan
ini membantu pencarian objek lintas-domain dan berbagai operasi direktori.
g. Schema
Schema mendefinisikan jenis objek yang dapat dibuat dalam
direktori beserta atributnya. Perubahan schema perlu direncanakan dan
dikendalikan karena dampaknya dapat berlaku pada seluruh forest.
Struktur Hierarki Direktori :
Berikut contoh struktur organisasi perusahaan:
Forest: ad.perusahaan.test
Domain: ad.perusahaan.test
OU: Manajemen
OU: Akademik
OU: Keuangan
OU: Teknologi Informasi
Struktur tersebut memungkinkan administrator memisahkan akun
dan komputer berdasarkan kebutuhan pengelolaan. Sebagai contoh, kebijakan
pembatasan aplikasi dapat diterapkan pada OU tertentu tanpa harus menggunakan
konfigurasi identik untuk seluruh organisasi.
Basis Data Direktori :
AD DS menggunakan basis data bernama NTDS.dit untuk menyimpan
objek dan atribut direktori. Direktori juga menggunakan berkas log transaksi
dan komponen pendukung lain untuk menjaga integritas data.
Lokasi standar basis data dan log biasanya berada di bawah
%SystemRoot%\NTDS, sedangkan SYSVOL umumnya berada di %SystemRoot%\SYSVOL.
SYSVOL digunakan untuk mendistribusikan berkas yang
diperlukan oleh domain, termasuk skrip dan bagian dari infrastruktur Group
Policy. Replikasi SYSVOL pada lingkungan modern menggunakan DFS Replication
(DFSR).
Administrator harus memperhatikan kapasitas penyimpanan,
kesehatan disk, pemantauan layanan, serta pencadangan yang dapat dipulihkan.
Protokol dan Layanan Pendukung :
AD DS tidak bekerja sendiri. Beberapa
protokol dan layanan mendukung operasionalnya.
LDAP dan Kerberos memiliki peran berbeda. LDAP digunakan
untuk mengakses informasi direktori, sedangkan Kerberos digunakan untuk
autentikasi. Keduanya tidak dapat dipertukarkan.
DNS juga sangat penting. Komputer klien yang menggunakan DNS
publik secara langsung tanpa konfigurasi DNS internal yang benar dapat gagal
menemukan domain controller meskipun server AD DS masih berjalan.
Port jaringan yang lazim diperlukan mencakup DNS 53, Kerberos
88, LDAP 389, SMB 445, RPC Endpoint Mapper 135, dan Global Catalog 3268. Port
lain, termasuk RPC dinamis dan layanan terkait, dapat dibutuhkan sesuai
topologi dan fungsi yang digunakan. Untuk LDAP melalui TLS, port 636 lazim
digunakan jika LDAPS telah dikonfigurasi.
Port tidak boleh dibuka secara luas tanpa analisis kebutuhan.
Aturan firewall harus mempertimbangkan sumber, tujuan, protokol, dan fungsi
komunikasi.
Fitur AD DS pada Windows Server 2025.
Windows Server 2025 menyediakan platform untuk menerapkan
layanan direktori, termasuk instalasi peran AD DS, konfigurasi forest dan
domain, pengelolaan domain controller, serta integrasi dengan layanan Windows
Server lainnya.
Beberapa aspek penting dalam implementasi adalah:
1. Forest dan domain functional level.
Tingkat fungsional menentukan kemampuan direktori yang tersedia sesuai
kombinasi versi sistem operasi dan konfigurasi domain controller.
2. PowerShell. Cmdlet AD DS Deployment
membantu instalasi, validasi prasyarat, dan promosi server menjadi domain
controller.
3. Integrasi DNS. Instalasi forest baru
dapat sekaligus mengonfigurasi DNS Server untuk mendukung domain.
4. Group Policy. Kebijakan konfigurasi
dapat diterapkan secara terpusat kepada pengguna dan komputer.
5. Replikasi direktori. Domain
controller yang sesuai dapat bertukar perubahan direktori sehingga layanan
tidak hanya bergantung pada satu server.
6. Keamanan administratif. Lingkungan
Windows Server dapat diperkuat melalui pembatasan hak istimewa, pembaruan
keamanan, pemantauan, dan pemisahan aktivitas administrasi.
Persiapan Implementasi AD DS.
Sebelum melakukan instalasi, administrator perlu menyiapkan
perangkat keras atau mesin virtual, sistem operasi, jaringan, dan rancangan
domain.
Persyaratan Sistem.
Persyaratan teknis bergantung pada beban kerja, jumlah
pengguna, ukuran direktori, dan layanan lain yang dijalankan pada server.
Sebagai persiapan awal, perhatikan hal-hal berikut.
- Windows
Server 2025 yang telah diinstal dan diaktivasi sesuai lisensi.
- Prosesor,
RAM, dan ruang penyimpanan yang memadai untuk beban kerja.
- Antarmuka
jaringan dengan alamat IP yang stabil.
- Nama
komputer yang sesuai standar organisasi.
- DNS
yang benar dan dapat diakses oleh klien domain.
- Hak
administratif untuk memasang peran dan mempromosikan server.
- Rencana
pencadangan dan pemulihan.
- Konektivitas
jaringan yang diperlukan untuk autentikasi dan replikasi.
Untuk laboratorium pembelajaran, satu mesin virtual dapat
digunakan sebagai domain controller dan satu mesin virtual lain sebagai
komputer klien. Spesifikasi sumber daya sebaiknya disesuaikan dengan
rekomendasi Microsoft dan kemampuan perangkat yang digunakan.
Semoga bermanfa'at...
Salam.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar