Laman

Rabu, 10 Juli 2013

KONFIGURASI FILE SERVER (DFS) MENGGUNAKAN WINDOWS SERVER 2012


DFS atau biasanya dikenal dengan Distributed file system, kebanyakan digunakan didalam suatu perusahaan sebagai sharing files yang diletakan atau disimpan dibeberapa lokasi server/komputer client didalam jaringan baik itu LAN maupun juga WAN dengan tujuan untuk mempermudah dan menunjang pekerjaan masing-masing tiap user atau department.
Sejak diluncurkannya Windows Server 2008 dan Windows Server 2012 DFS menjadi penting dan sangat membantu Administrator di dalam manajemen atau pengorganisasian file, karena file share ini sebagai ‘pool data’ yang diakses untuk kepentingan dan keperluan masing-masing user yang tentunya tiap user yang akses telah di konfigurasi rules-nya oleh Administrator dan tidak sembarangan untuk masuk atau akses ke DFS.
Pertanyaannya adalah bagaimana konfigurasinya? dibawah ini akan dijelaskan step by step setting/konfigurasi DFS.
image
Create Server Group
Windows Server 2012 untuk memudahkan administrasinya saat ini dapat membuat Server Group terutama untuk DFS dari management console, untuk contoh lab kali ini terdapat dua server svrw2k12dfs01 dan svrw2k12dfs02.
Pada server manager pada salah satu servers yang sudah menjadi member servers, klik Create A Server Group.
image
Add server yang akan menjadi member dari svrw2k12dfs01 dan svrw2k12dfs02 dan klik OK.
image
Install DFS Roles & Services
Open kembali server manager, Add Roles & Services wizard dari svrwk212dfs01, 2x next dan Install.
image 
Edit & Settings DNS Namespace
Selanjutnya adalah menunjuk new name space server host dan meng-add member servers untuk DFS name space. Klik tools dan pilih DFS Management.
image
Klik kanan pada left pane, DFS Management dan pilih New Namespace.
image
Browse untuk new name space yang akan dijadikan host servernya. Lalu klik tab next.
image
Ketik nama untuk namespace, edit settings dan tentukan lokasi shared folder tersebut, untuk contoh lab kali ini pilih Administrator have full access other users have read and write permissions atau jika mau di custom permission-nya juga boleh silahkan di explore, klik OK dan Next.
image
Create DFS Name Space
Sesuaikan pilihan dengan existing environment yang dibuat, karena lab menggunakan domain-based namespace jadikan ini sebagai pilihan, selanjutnya klik tab next.
image
Akan di review kembali settings yang telah dilakukan sebelumnya, jika sudah yakin, klik Create.
image
Nampak status tersebut success, klik close untuk mengakhirinya.
image
Hasilnya seperti gambar dibawah ini.
image
Add Folders DFS Name Space
Gambar dibawah ini memperlihatkan elements dibawah node Namespaces pada console tree yang akan dibuat,
image
klik kanan pada \\example.co.id\public , pilih New Folder.
image
Ketik name software lalu OK.
image
Hasilnya…
image
Selanjutnya akan dibuat folder baru dengan nama tools pada Software folder, dimana tools yang akan di shared foldernya ada pada host svrw2k12dfs02. Lakukan hal yang sama untuk yang lainnya jika ada.
image
image
Selengkapnya bisa dilihat pada gambar dibawah ini :
image
Untuk mencobanya silahkan login dari user computer ketik pada menu run :
\\svrw2k12dfs02\tools
image
image
atau dapat juga dibuatkan mapping drivenya dari user untuk lebih memudahkan lagi.
image
DFS Replication
Pada lab berikutnya akan dicoba me-replicate tools folder ke destinasi server lainnya ini sangat penting sebagai contigency plan atau backup jika suatu saat primary member server crash.
Langkahnya tidak terlalu sulit, klik di left pane ‘Replication’.
image
Klik next pada pilihan default.
image
Ketik nama replication groupnya, lalu klik next.
image













Add dan pilih dua atau lebih server yang akan menjadi members dari replication group tersebut dilanjutkan dengan meng-klik tab next.
image
Klik Full mesh topology lalu next.
image
Pada lab kali ini untuk bandwidth pilih full (bisa di custom) dan juga replikasi bisa di schedule atau diatur waktunya.
image
Pilih server yang akan dijadikan sebagai primary member yang berisi ‘content’ yang akan di replikasi.
image
Add folder yang akan di replicate, seperti pada contoh gambar dibawah ini.
image
Tentukan primary member local pathnya.
image
Klik tab close yang menandakan bahwa new replication group wizard selesai.
image
Capture Signature Blog 2
https://www.mcpvirtualbusinesscard.com/VBCServer/salman.farizy/interactivecard
https://www.mcpvirtualbusinesscard.com/VBCServer/salman_farizy/interactivecard
http://mvp.microsoft.com/en-us/mvp/Salman%20Farizy-4040103
 

3 komentar: